Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Film. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2012

Serial : Omar "Umar bin Khattab"



Sebelum membahas lebih lanjut mengenai serial ini, saya ingin sedikit mengingat lagi kebelakang, dimana beberapa tahun terakhir ini saya mulai merasakan flatness and confusion terhadap tayangan-tayangan pengantar sahur yang tayang di televisi lokal, mungkin didasari oleh rasa bosan atas tayangan-tayangan tersebut, khususnya tayangan yang bernuansa lawak. tidak sepenuhnya salah. tetapi kurang pas jika disodorkan kepada makna spesialnya Ramadhan itu sendiri menurut saya. kenapa mesti tayangan yang melulu soal lawakan yang sebenarnya di waktu sore atau malam pun sudah banyak disiarkan. mengapa tidak mencoba untuk menayangkan acara ataupun film yang memberikan ilmu yang berfaedah kepada umat muslim sehingga membuat jalannya Ramadhan kita jadi lebih bermanfaat? namun tahun ini saya dikejutkan dengan munculnya serial Omar "Umar bin Khattab" yang menjadi angin segar untuk Ramadhan kita tahun ini...

Serial Omar "Umar bin Khattab" merupakan
project besar antara MBC Group Arab dan Qatar Media Incorporated yang tayang serentak pada awal bulan Ramadhan 2012 ini di beberapa negara Arab dan Afrika Utara. di Indonesia sendiri serial ini juga tayang setiap hari selama bulan Ramadhan di MNCTV yakni pada pukul 03.45 WIB. saya sendiri Alhamdulillah hampir tidak pernah melewatkan tayangan ini, karena menurut saya tayangan seperti inilah yang dibutuhkan umat muslim khususnya generasi muda yang sangat perlu untuk menanamkan mindset sesuai ajaran agama. terdapat banyak faedah didalam film ini, diantaranya bekal menjadi muslimin sebagaimana mestinya, menginspirasi umat muslim mengenai cara kepemimpinan yang benar dimata Islam, beratnya perjuangan Nabi dan para Sahabatnya dahulu dalam menyebarkan ajaran Islam serta beruntungnya kita yaa akhi, ukhti.. bahwa di zaman ini kita dapat secara bebas dan merdeka memeluk agama yang kita cintai ini.

Jumat, 12 Agustus 2011

Full House

Para penggila film Korea siapa sih nggak kenal film Full House ??? gue rasa nggak ada! ini film justru "pembawa" demam korea di kalangan remaja Indonesia saat itu, bahkan sampai saat ini. termasuk gue! yaahhh walaupun gue nggak ngefans2 banget sih sama film korea, tapi ada beberapa lah seri film korea -yang kalo udah tayang di tv pas sore2- gue bela2in nggak mandi dulu buat nonton.. dan ini dia salah satunya, Full House. ini bisa dibilang film favorit gue banget! gue nonton ini pertama kali waktu gue masih kelas 6 SD, dan sampe sekarang pun udah gue ulang2 entah keberapa kali, tapi gue nggak pernah bosen.. itulah uniknya film ini :) gue suka semuanya di film ini.. SEMUANYA! ceritanya, pemeran2nya, rumahnya terutama! pokoknya aarrrggh kalo udah ngomongin film ini gue bakalan antusias banget, dan sampe sekarang pun gue masih bener2 terobsesi pengen beli Full House!!


Rumah Full House itu ternyata memang sengaja dibuat khusus untuk Syuting film ini lohh. rumah yang berada di Gwangyeok-si (Shin-do atau pulau Si-Do) ini ternyata menelan biaya sekitar 1 juta dolar US *jleebbb!* tapi nggak percuma sih, asli kerennnnnn emang rumahnya!! itu rumah kayak private gitu, tinggal disitu tenang banget deh pasti, surganya dunia!

Minggu, 17 Juli 2011

Sinopsis Harry Potter and the Deathly Hallows



Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri.

Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore, dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah membunuh banyak Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya. Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut. Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.

Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry, terbunuh oleh kutukan pembunuh; George Weasley kehilangan sebelah telinganya, Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri. Belakangan, Harry mendapatkan penglihatan mengenai pelariannya, tongkat sihirnya telah bereaksi dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.

Selasa, 07 Juni 2011

Endless Love


Endless love (Autumn in My Heart / A Tale of Autumn / Autumn Story) merupakan salah satu drama korea yang sukses besar di pasaran. baik di dalam maupun di luar dari korea itu sendiri, tak terkecuali di Indonesia. film ini berhasil bikin mata gue sembap dan berubah bentuk tak karuan begitu selesai nonton. mengharu-biru banget. film ini juga yang mulai ngebuat gue tertarik sama film-film korea lainnya. walopun yahhh, gue nggak addict-addict banget sih sama film korea, cuma ada beberapa lah yang gue pantengin tiap sorenya di tv, sebelum bahas lebih lanjut, sinopsisnya dulu nih :

Dikisahkan tentang Yun Joon Suh (Song Seung Hun) dan Eun Suh (Song Hye Kyo) dibesarkan sebagai kakak beradik selama 14 tahun sampai munculnya sebuah fakta yang mengejutkan keluarga mereka. Ternyata Eun Suh bukan adik perempuan kandung Joon Suh melainkan anak orang lain yang tertukar ketika masih bayi. Fakta ini diketahui saat Eun Suh kecelakaan dan membutuhkan donor darah, sedangkan tak satupun darah dari kedua orang tuanya yang cocok.

Peristiwa tertukarnya bayi tersebut terjadi gara-gara bocah lelaki cilik Joon Suh secara tidak sengaja memainkan label nama dalam ruang bayi di rumah sakit tempat adik perempuan Joon Suh dilahirkan. Ketika salah seorang perawat meletakkan lagi label nama bayi yang terjatuh, label tersebut tertukar.

Akibatnya Eun Suh yang seharusnya berada di keluarga Choi, jadi dipelihara oleh keluarga Yun yang merupakan keluarga berada. Sedangkan adik perempuan asli Joon Suh, Shin Ae (Han Chae Young) dipelihara keluarga Choi yang miskin.

Begitu terungkap, kehidupan Eun Suh dan Shin Ae berubah total. Shin Ae yang akhirnya kembali ke pelukan keluarga Yun dan Joon Suh pun hidup mewah dan dibawa oleh ayah-ibunya ke Amerika Serikat. Sedangkan Eun Suh tetap tinggal di Korea dan terpaksa membanting tulang untuk menyambung hidupnya.