Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 April 2013

Seminar Nasional Sejarah


MASYARAKAT SEJARAWAN INDONESIA (MSI) Cabang Sumatera Selatan

Proudly Present...

Dalam rangka menyemarakkan dunia Sejarah dan sosialisasi, Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Sumatera Selatan menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk  “SUMATERA SELATAN DALAM LINTAS SEJARAH : DARI SRIWIJAYA MENUJU SUMSEL JAYA”

Keynote Speaker :
- Dr. Muklis Paeni (Sejarawan Nasional dan Ketua Umum MSI Pusat)
- Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A. (Guru Besar Sejarah UGM Yogyakarta)

Tempat  : Graha Budaya, Jl. Seniman Besar Prof. Amri Yahya Jakabaring-Palembang.
Waktu   : Sabtu, 4 Mei 2013. Pukul 08.00 – Selesai. 
Peserta Kegiatan terbuka untuk umum, seperti : Guru-guru Sejarah, Dosen Sejarah, Pekerja Sejarah, Mahasiswa Sejarah, Pecinta, Peminat dan Pemerhati Sejarah.

Kontribusi : Umum (Guru, Dosen, Pekerja, Peminat, Pecinta dan Pemerhati Sejarah) Rp. 100.000,- / Mahasiswa dan Siswa Rp. 50.000,- / Bagi yang ingin menyampaikan makalah pendamping Plus Rp. 100.000,-

Jadwal Pendaftaran:
1 April – 25 April (bagi Pemakalah pendamping)
1 April – 30 April (bagi Peserta)

Tempat Pendaftaran:
- Sekretariat HMS Sejarah, Universitas Sriwijaya Kampus Ogan Palembang
- Sekretariat HMS Sejarah, Universitas Sriwijaya Kampus Inderalaya Ogan Ilir
- Sekretariat Pendaftaran MGMP Sejarah di SMAN 10 Palembang (Ibu Merry)
- Sekretariat Pendaftaran Prodi Sejarah UMP Palembang (Ibu Nurhayati Dina)
- Sekretariat Pendaftaran MAN 1 Palembang (Bpk. Kemas Ari)

Contact Person :
Dr. Farida, M.Si. (081367970937)
Syarifuddin (081377537613)
Drs. Alian, M.Hum. (08197861278)
Kemas Ari (082184777676)
Dedi Irwanto (081271351312)

Senin, 01 April 2013

Studi Wisata : Telusur Sejarah Kota Palembang

Saya akan memulai post ini dengan satu quote : "kalau bukan kita yang menghargai mereka (kisah dan peninggalan yang tertinggal dari para pendahulu pembangun peradaban bangsa ini), lalu siapa lagi? bukankah kita berhutang nyawa pada mereka yang memerdekakan kita dalam menginjak tanah dan air ini? kalau kita tidak hidup pada masa dimana dapat berjuang bersama-sama dengan mereka para pahlawan, maka kita yang hidup saat ini, gantilah itu semua dengan menghargai, menjaga dan mengindahkan peninggalan sejarah."

Ya. kami adalah mahasiswa Pendidikan Sejarah yang tentunya setiap hari berkelut dengan materi-materi yang menyangkut kejadian-kejadian dari masa ke masa berikut bukti-buktinya. sebagai salah satu ilmu yang memerlukan kajian yang tepat dan efisien, tentunya dalam belajar sejarah kita juga harus mendatangi tempat-tempat peninggalan sejarah sebagai bukti bahwa suatu kejadian yang sentimentil dan pengaruhnya besar pernah terjadi disana.

Dan setelah mengalami satu kali pengunduran akhirnya Sabtu, 23 Maret 2013, sekitar 50 mahasiswa dari dua angkatan di prodi kami mengikutkan diri dalam studi wisata akhir pekan, yakni Telusur Sejarah Kota Palembang. lokasi pertama yang kami datangi adalah salah satu museum terkenal di kota Palembang yakni Museum Balaputradewa -yang diambil dari nama seorang Raja terkenal dari Kerajaan Sriwijaya yang berasal dari dinasti Syailendra dimana pada masa kekuasaannya berhasil menjadikan Kerajaan Sriwijaya sebagai Kerajaan besar-


Di dalam museum ini ada banyak ruang pameran yang masing-masing didalamnya terdapat tema sesuai masa apa yang ditampilkan, pembabakan waktunya sungguh menakjubkan yakni mulai dari zaman purba sampai era-modern. bagusnya lagi disetiap benda, lukisan, ataupun gambar yang ditampilkan didekatnya akan ada sebuah lembaran yang dimasukkan kedalam kaca dimana pada lembaran itu tertulis mengenai penjelasan tentang sejarahnya, jadi pengunjung tidak perlu bingung apabila tidak didampingi petugas museum karna bisa langsung membaca penjelasan. malah ada juga TV LCD yang dengan menekan satu tombol saja kita dapat menonton tayangan mengenai benda-benda yang dipamerkan disini, tentunya membuat lebih menarik.

Kamis, 16 Agustus 2012

Serial : Omar "Umar bin Khattab"



Sebelum membahas lebih lanjut mengenai serial ini, saya ingin sedikit mengingat lagi kebelakang, dimana beberapa tahun terakhir ini saya mulai merasakan flatness and confusion terhadap tayangan-tayangan pengantar sahur yang tayang di televisi lokal, mungkin didasari oleh rasa bosan atas tayangan-tayangan tersebut, khususnya tayangan yang bernuansa lawak. tidak sepenuhnya salah. tetapi kurang pas jika disodorkan kepada makna spesialnya Ramadhan itu sendiri menurut saya. kenapa mesti tayangan yang melulu soal lawakan yang sebenarnya di waktu sore atau malam pun sudah banyak disiarkan. mengapa tidak mencoba untuk menayangkan acara ataupun film yang memberikan ilmu yang berfaedah kepada umat muslim sehingga membuat jalannya Ramadhan kita jadi lebih bermanfaat? namun tahun ini saya dikejutkan dengan munculnya serial Omar "Umar bin Khattab" yang menjadi angin segar untuk Ramadhan kita tahun ini...

Serial Omar "Umar bin Khattab" merupakan
project besar antara MBC Group Arab dan Qatar Media Incorporated yang tayang serentak pada awal bulan Ramadhan 2012 ini di beberapa negara Arab dan Afrika Utara. di Indonesia sendiri serial ini juga tayang setiap hari selama bulan Ramadhan di MNCTV yakni pada pukul 03.45 WIB. saya sendiri Alhamdulillah hampir tidak pernah melewatkan tayangan ini, karena menurut saya tayangan seperti inilah yang dibutuhkan umat muslim khususnya generasi muda yang sangat perlu untuk menanamkan mindset sesuai ajaran agama. terdapat banyak faedah didalam film ini, diantaranya bekal menjadi muslimin sebagaimana mestinya, menginspirasi umat muslim mengenai cara kepemimpinan yang benar dimata Islam, beratnya perjuangan Nabi dan para Sahabatnya dahulu dalam menyebarkan ajaran Islam serta beruntungnya kita yaa akhi, ukhti.. bahwa di zaman ini kita dapat secara bebas dan merdeka memeluk agama yang kita cintai ini.

Minggu, 29 Januari 2012

Situs Megalitikum Tinggihari, Lahat, Sumsel. (Tinggihari Megalithic Sites)

Di posting kali ini saya bakal membagikan sedikit trips story  mengenai Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang saya jalani bersama teman-teman satu prodi kuliah kemarin selama 2 hari. di PKL perdana kali ini kami mengunjungi Situs Megalitikum Tinggihari, Lahat, Sumatera Selatan. sebelumnya wajar kalo kebanyakan dari orang-orang nggak tau soal keberadaan situs ini, kenapa? nanti akan saya bahas.

Kami berangkat dari Palembang sekitar jam 2 siang, dan kalian tau? kami baru sampai penginapan kurang lebih jam 9 malem, dengan badan yang sepertinya agak remuk berkat duduk berjam-jam di bis. malem itu (tanpa sepengetahuan dosen, hihi) kami yang cewek-cewek beberapa ada yang nggak tidur. kenapa? karena hawa ruang penginapan yang seperti oven *oke, ini lebay* yang jelas penginapan itu panas. sekian. tapi semaleman kami ngobrol, main games nggak jelas :D dll. sampe subuh baru bisa tidur, itu pun cuma setengah jam. berharapppp sepenuh hati supaya besok pas kerja lapangan mata nggak mirip mata ayam -_-

Besoknya pagi-pagi banget kami mandi (yang aksesnya agak susah) trus makan, kemudian berangkat menuju lokasi Situs Megalitikum Tinggihari. kayak apa yang kita tau selama ini kalo Kabupaten Lahat itu mempunyai jalan berliku yang dilengkapi dengan jurang-jurang tajam. waktu mobil berhenti kami kira itu bener-bener lokasinya, ternyataaa... masih ada 3 KM lagi kedalam satu lorong kecil yang cuma bisa dilalui satu mobil mini. *selalu berdoa jangan sampe jalan kaki* nah ternyata masuk kesana tuh pake mobil mini yang menurut saya memang mirip-mirip mobil yang biasa digunain POL PP buat razia, tapi itu tuh keren!!! sepanjang perjalanan kami ngeliat pemandangan yang sumpahhh nggak bakal pernah kalian temui di kota-kota besar (ya iyalah) mana waktu itu lagi musim durian yang dalam satu ranting pohon aja biasa ada 10 buah durian ngegantung, gemes banget pengen manjat #eh -_- pkoknya yang jelas itu tuh keren!!! setelah beberapa menit, jeng jeng jeng.... jurang yang kedalamannya saya prediksi 1-2 KM ke bawah guys! ayo bayangkan !!!! -____- kami semua serentak ngucap...

Selasa, 27 Desember 2011

Benarkah kosakata "Prasejarah" yang kita gunakan selama ini ?


Sejak SD dan SMP kita tentunya sudah diajarkan mengenai Ilmu Sejarah. walaupun hanya sebagian materi-materi dasarnya saja karena masih termasuk IPS gabungan, namun tentunya kita masih dapat sedikit mengingatnya. apalagi di SMA yang notebene sudah mempunyai mata pelajarannya tersendiri dengan waktu yang diberikan lebih banyak tentulah kita sudah dapat memahami, mengkaji dan meneliti tentang ilmu sejarah itu sendiri.

Saya pribadi mempunyai beberapa pertanyaan yang menjanggal soal ilmu sejarah sejak saya pertama kali memperlajarinya, salah satunya yaitu mengenai penggunaan dari kosakata "prasejarah". namun karena dulu bagi saya hal ini sepele, maka saya tidak terlalu menjabarkannya. sampai pada saat, di bangku perkuliahan barulah saya benar-benar mengerti "kesalahan pada penggunaan satu kata pun dapat menyebabkan lumpuhnya satu kalimat".

Karena saat ini saya berada di jurusan Pendidikan Sejarah, otomatis saya mendapatkan mata kuliah Sejarah Nasional Indonesia yang pada pertemuan awalnya membahas soal Zaman "Prasejarah". Dari diskusi dengan beberapa teman dan mengacu pada salah satu sumber yakni rangkuman silabus karangan dosen kami sendiri saya mendapatkan kesimpulan.

Kosakata "prasejarah" yang selama ini kita gunakan adalah salah. sebutan Zaman Prasejarah sangatlah tidak tepat jika ditinjau dari kehidupan manusia sebagai zone historicon (zona bersejarah). merujuk ke pengertian prasejarah itu sendiri (pra=sebelum) dan (sejarah=peristiwa masa lalu) yang artinya menjadi zaman sebelum peristiwa masa lalu atau peristiwa sebelum masa sejarah dimulai. jadi secara etimologi pengertian ini sangatlah tidak tepat. padahal yang kita ketahui selama ini pengertian zaman prasejarah adalah peristiwa masa lalu kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. perlu diketahui bahwa sejarah itu dimulai sudah sejak lama sekali, bukan hanya sejak manusia sudah mengenal tulisan.

Akan tetapi jika kita merujuk pada pengertian Zaman Nirleka, (nir=tidak) dan (leka=catatan/tulisan), maka sangatlah tepat untuk menyebutkan zaman kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. zaman ini juga sering disebut dengan Zaman Purba.  maka biasakanlah menyebut zaman prasejarah menjadi zaman nirleka atau zaman purba, sehingga tidak menimbulkan kesalahan makna dan pengertian.

Namun saya masih sangat sering bahkan banyak menemui buku-buku khususnya buku sekolah yang masih menggunakan kosakata "prasejarah". mungkin karena mindset dari masyarakat yang tertanam sudah sejak lama sekali dan jutaan eksemplar buku bertemakan sejarah yang dicetak sehingga kebiasaan ini sulit sekali untuk diubah. atau kita menunggu perubahan kurikulum baru ? entahlah... yang jelas kita sebagai insan pendidikan haruslah lebih cermat, kritis, kreatif dan inovatif dalam menyerap ilmu pendidikan untuk kemajuan dan perkembangan pendidikan di Indonesia.

Rabu, 20 Juli 2011

Dewa-Dewi Yunani dalam Mitologi Asli


Dewa Titan

Dalam mitologi Yunani, para dewa titan adalah para dewa yang pertama kali ada sebelum para dewa-dewa di Olimpus hadir. Para dewa-dewa awal ini dilukiskan oleh Hesiodus dalam karyaTheogoni-nya sebagai para dewa yang muncul begitu saja. Menurut Hesiodus, awal dari semua kisah para dewa adalah suatu keadaan yang dinamakan Chaos. Dalam bahasa Yunani, disebut Χαος yang jika diterjemahkan dari bahasa saat ini, chaos menggambarkan suatu keadaan yang kacau-balau. Menurut Hesiodus, inilah keadaan awal alam semesta sebelum munculnya para dewa ke alam semesta. Dari kekacaubalauan inilah muncul legenda yang paling awal dalam mitologi Yunani.

Gaia (dalam bahasa Yunani, Gê), Eros (Cinta), the Abyss (Tartarus atau neraka), dan Erebus adalah dewa yang pertama kali muncul dari kecaubalauan alam semesta. Dalam mitologi Romawi, Gaia dikenal sebagai Tellus atau Terra. Hesiodus menceritakan bahwa setelah Gaia muncul dari Chaos, ia kemudian berhubungan dengan Oranos (langit), lalu melahirkan 12 titan (para penguasa bumi sebelum masa para dewa-dewa Olympus). Keseluruhan dari anak-anak Gaia adalah; 6 titan pria yaitu: Coeus, Crius, Cronus, Hyperion, Iapetus, dan Oceanus. 6 titan wanita, yaitu: Mnemosyne, Phoebe, Rhea, Theia, Themis, dan Tethys.
Cronos adalah titan yang cerdik dan paling bungsu sekaligus titan yang paling nakal dari antara titan-titan yang lainnya. Melihat kenakalan Cronos, Gaia dan Oranos kemudian memutuskan bahwa tidak akan ada lagi titan yang lainnya selain mereka.


Suatu hari, Cronos membunuh ayahnya sendiri, yaitu Oranos. Ia kemudian mengambil saudaranya Rhea sebagai istri, lalu menjadi penguasa para saudaranya sendiri.
Perilaku Cronos pun dapat dikatakan jahat. Karena takut jika apa yang dia lakukan terhadap ayahnya akan diikuti oleh anaknya, maka setiap kali Rhea melahirkan seorang bayi, Cronos akan langsung menyambarnya dan memakannya. Karena Cronos terus menerus melakukannya, Rhea pun mulai membenci Cronos. Suatu ketika ketika Rhea akan melahirkan, dia mengakali Cronos dengan membungkus sebuah batu dengan kain sehingga Cronos akan memakan batu yang disangkanya bayi Rhea tersebut. Rhea kemudian menyembunyikan sang bayi aslinya dan menamakannya Zeus yang kelak akan menjadi dewa segala dewa.
Ketika akhirnya Zeus menjadi dewasa, suatu ketika ia menaruh racun dalam minuman ayahnya, Cronos, sehingga membuat Cronos memuntahkan semua saudara Zeus dan batu yang dikira Zeus yang sudah lama berada di perut Cronos. Zeus pun kemudian menantang ayahnya untuk berperang memperebutkan takhta kekuasaan. Dengan dibantu oleh Cyclopes yang diselamatkan Zeus dari Tartarus, Zeus pun akhirnya menang dan menduduki takhta kekuasaan. Cronos kemudian dibuang ke Tartarus (neraka).