Tampilkan postingan dengan label Resensi Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Novel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Januari 2014

Sinopsis Novel 'Hujan dan Teduh' Karangan Wulan Dewatra

Barusan inget 'suasana' beberapa bulan bahkan setahunan yang lalu. Dimana aku dan salah satu teman cekikikan sambil tersipu-sipu malu karna sinopsis dari novel yang satu ini. Hahaha. Nggak tau si penulis dapet 'ilham' darimana buat ngerangkai kalimat di dalam sinopsis ini. Setiap paragraf, kalimat, bahkan per-patah kata pun menciptakan arti tersendiri buat si pembaca.



"Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka. Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu-abu.

Mungkin jalan kita tidak bersimpangan..."

Kamis, 16 Agustus 2012

Quotes di Novel "Separuh Bintang" Karya Evline Kartika...


"Cinta itu sesuatu yang tidak terduga... Datang pada tempat yang tidak terduga, pada saat yang tidak terduga, bahkan pada orang yang juga tidak terduga" - Separuh Bintang

"Cinta itu tidak membutuhkan alasan... Jika sebuah cinta membutuhkan alasan, ketika alasan itu hilang, cinta itu juga akan hilang bersamanya" - Separuh Bintang

"Saat serpihan kenangan perlahan menghilang... Itu pasti karena waktu" - Separuh Bintang

"Jika semuanya berubah, itu pasti karena waktu" - Separuh Bintang

"Asal lo tau ya, buat cewek, kemenangan yang dilaporkan oleh saingan sendiri jauh lebih menakutkan dibanding dipermainkan" - Separuh Bintang

"Kamu justru yang membuat saat yang tepat itu menjadi 'mungkin' saat yang tepat. Kamu tau kenapa? Karena kamu telah merusak kepercayaanku dan kepercayaanmu..." - Separuh Bintang

"Akankah keberhasilan satu mimpi indah akan menjadi mimpi buruk bagi yang lain? Apakah mimpi itu hanya bisa dipilih satu saja?" - Separuh Bintang

"Walaupun mungkin nggak bisa disentuh, tapi kenangan itu masih bisa dibuka sewaktu-waktu" - Separuh Bintang

"Apa belum cukup takdir mempermainkan kebahagiaan cewek ini?" - Separuh Bintang

"Mungkin rasa sayang gue ke dia nggak sedalem rasa sayang elo ke dia. Tapi... gue yakin rasa sayang gue nggak bakal lebih sedikit daripada rasa sayang elo ke dia" - Separuh Bintang

"Mungkin bukan dari sisa bintang yang berada di belahan bumi yang lain, tapi bintang-bintang yang bisa gue rangkai untuk selalu bersinar kapan pun lo mau" - Separuh Bintang

"I don't know why i'm falling in love with you, but one thing that i know is... I need you" - Separuh Bintang


Kamis, 04 Agustus 2011

Nothing but Love


Pengarang : Laire Siwi Mentari
Penerbit : KATAKITA

Berhubung novel ini nggak ada sinopsis gue kasih reviewnya sedikit..
Bintang Airelia (Airel). sosok cewek yang oleh penulis digambarkan sbg sosok yang cantik, lucu, dan ceria yang kemudian terjepit diantara 3 pilihan cowok yang dia sukai dengan kadar sama rata pada awalnya. Tama, cowok cakep yang juga digebet sama Sandrina, cewek paling lenjeh satu sekolah. Reksa, kakak kelasnya yang terkenal funky satu sekolahan. dan Arvan, mantan tetangganya yang udah pindah ke Bali. namun Alvan belakangan dicoret dari list percintaan Airel saat Airel liburan ke Bali dan tau bahwa Arvan ternyata sudah bertunangan dengan seorang cewek di Bali. Airel juga mempunyai seorang teman, Aditya Revalina (Reval) yang punya cowok bernama Freezy, cowok yang bermasalah dengan ayahnya sampe beberapa kali babak belur akibat ayahnya yang kadang kalap. Setelah terdepaknya Arvan dari hidup Airel, Airel belum juga mendapatkan ketenangan karna ia masih dihadapkan dalam dua pilihan yaitu Tama atau Reksa. Airel bingung karna hatinya seolah terbelah dua, belahan yang porsinya sama persis, nggak ada yang lebih dan kurang. di ending, Tama dan Reksa ngajakin Airel ngomong bertiga ngebahas "tentang mereka"

***
Oke, awalnya gue sempet terpana ngebaca novel ini, sosok Airel.. cewek yang cantik, lucu, ceria, kaya, dikelilingi banyak orang yang sayang sama dia disekitarnya. wow! itu impian semua cewek kayaknya, kenapa dia harus bingung sebenernya ?? oke, gue juga nggak ngerti!! intinya, novel ini tuh termasuk golongan ringan lah buat dibaca, alurnya mudah dipahami, dan gaya bahasanya tuh remaja banget. cuma satu hal.. endingnya seolah digantungin sama penulis, di ending Airel terbangun, dan ternyata semua kejadian itu cuma mimpi, tapi pas dia berangkat ke sekolah eh mimpinya tadi bener2 kejadian di dunia nyata. abis itu di akhir nggak dijelasin pula apa yang mereka omongin soal "tentang mereka" itu, Airel jadiannya sama siapa, gimana nasib yang lainnya. pokoknya tuh novel asli ngegantung, kayak mau dibikin sekuel aja -____- but, it's fun! kebanyakan novel remaja gini emang diciptain sebagai bacaan yang ringan sih. lagian, novel ini juga sukses kok ngebuat gue hanyut ngebayangin gimana kehidupan Airel itu dan hari demi hari dia ngejalaninnya. dan gue termasuk suka sama koleksi gue satu ini, soalnya udah gue baca beberapa kali.

Minggu, 17 Juli 2011

Sinopsis Harry Potter and the Deathly Hallows



Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri.

Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore, dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah membunuh banyak Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya. Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut. Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.

Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry, terbunuh oleh kutukan pembunuh; George Weasley kehilangan sebelah telinganya, Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri. Belakangan, Harry mendapatkan penglihatan mengenai pelariannya, tongkat sihirnya telah bereaksi dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.

Minggu, 15 Mei 2011

Jingga dalam Elegi



Sinopsis :

Sejak peristiwa pagi hari saat melihat mata Tari bengkak, Ari jadi penasaran. Benarkah itu hanya karena Ari menghapus nomor HP Ata dari HP Tari, ataukah karena Angga? Kalau memang karena Angga yang notabene musuh bebuyutan Ari, Ari ingin tahu apa yang telah dilakukan cowok itu terhadap Tari.
Setelah menemukan a shoulder to cry on pengganti Angga dalam diri Ata, perlahan-lahan Tari mulai melupakan Angga. Sikap Ata yang bertolak belakang dengan Ari membuat Tari nyaman bersama Ata. Ia pun curhat habis-habisan kepada Ata yang lembut, penuh perhatian, baik hati, dan yang baru belakangan Tari sadari berhasil membuat jantungnya berdebar tak keruan. Gangguan dan intimidasi Ari sampai tidak diacuhkannya. Inilah yang membuat Ari makin salah tingkah. kini saingannya bukanlah Angga, melainkan saudara kembarnya sendiri.
Namun, saat Tari merasa telah menemukan pelabuhan hatinya, satu rahasia besar perlahan-lahan terkuak.
Tari merasa... lambat laun Ata semakin mirip Ari...
***
Jingga dalam Elegi ini lanjutan dari Jingga dan Senja (yang udah dibahas di artikel sebelumnya) kalo ngebahas nih novel, pertama yang keluar dari mulut gue adalah "fiuuhh, akhirnya terbit juga" you know?? novel Jingga dan Senja kemaren ngebuat gue penasaran setengah mampus, uring-uringan, gak mau baca novel lain gara2 nunggu sekuel keduanya ini terbit. dan setelah ditunggu hampir setahun panjang, akhirnya nih novel terbit juga. gue dateng ke gramed pas nih novel lagi anget-angetnya *dikira gorengan anget* maksudnya pas nih novel baruuuuu aja disusun sama mbak2nya di gramedia itu di deretan novel terbaru, dengan harga 50.000 (lumayan ngenes yakk untuk ukuran novel teenlit) tapi buat novel yang satu ini, gue sempet mikir sejuta sejuta dah gue beli :D tapi emang beneran NGGAK NYESEL, DIJAMIN!!! soalnya novel kedua ini secara isi lebih lengkap kalo menurut gue, mulai dari karakter tokohnya, kalo di Jingga dan Senja mereka lebih main amarah, kekocakan sama hal2 simple lain. di Jingga dalam Elegi ini isinya lebih variasi, ada amarah, kocak2nya juga pas, romantis, dan haru. khusus untuk yang haru, bagian pas ari ngebaca surat-surat mamanya dan ata yang dikasih tiap hari ulang tahunnya trus ari nelfon mamanya untuk pertama kalinya setelah sekian lama pisah itu lohh yang paling ngena banget di hati gue, kalo boleh gue jujur waktu baca bagian itu air mata gue ngalir deres udah kayak lumpur lapindo, dan saat gue baca ulang gue fikir udah nggak bakal nangis lagi, eh malah makin kenceng nangisnya T.T pokoknya disini mbak Esti top banget narik pembaca buat masuk ke dunia novel itu sendiri. *peluk cium untuk mbak Esti tersayang* :) 5 lembar terakhir feeling gue udah nggak enak, soalnya nggak ada tanda-tanda kalo nih novel udah menuju ending, gue nggak nemu2 point penyelesaian konfliknya, dan ternyata feeling gue bener.. to be continued (again) to Jingga untuk Matahari, oh God!! waiting again ???!! ngeselin emang harus nunggu lagi, tapi gak tau kenapa rasa senengnya justru lebih gede :)

Jingga dan Senja


Sinopsis :

Tari dan Ari, dua remaja yang dipertemukan oleh takdir. Selain bernama mirip, mereka juga sama-sama lahir sewaktu matahari terbenam.
Namun, takdir mempertemukan mereka dalam suasana “perang”. Ari yang biang kerok sekolah baru kali ini bertemu cewek, adik kelas pula, yang berani melawannya. Kemarahan Ari timbul ketika tahu Tari diincar oleh Angga, pentolan SMA musuh.
Angga, musuh bebuyutan sekolah Ari sekaligus musuh pribadi Ari, langsung berusaha mendekati Tari begitu cewek itu tak sengaja terjebak dalam tawuran dan Ari berusaha keras menyelamatkannya. Demi dendam masa lalu, Angga bertekad harus bisa merebut cewek itu. Memanfaatkan peluang yang ada, Angga kemudian maju sebagai pelindung Tari.
Ari yang selama ini dikenal tidak peduli terhadap cewek tiba-tiba saja berusaha mendapatkan Tari dengan segala cara. Namun, predikat buruk Ari jelas membuat Tari tidak ingin berurusan dengan cowok itu. Semakin Ari berusaha mendekatinya, semakin mati-matian Tari menjauhkan diri...

***
jujur pertama baca nih novel hasil pinjeman dari temen *yg juga minjem dari temennya* hahaa ;D (tapi setelah baca langsung beli dong ke Gramed) liat nama pengarang langsung mikir 'wah, bagus nih cerita' (soalnya aku termasuk big fans-nya mbak Esti Kinasih) trus baca sinopsisnya, kayaknya seru sih, tapi biasa aja, udah biasa malah cerita yg kayak gitu, cewek sama cowok berantem lah, yg cowok serba sempurna lah. tapi tapi tapi pas gue baca dalemnya, kata demi kata, lembar demi lembar, diulang-ulang, dengan penuh penghayatan... speechless!! SUMPAH DEMI APAPUN NOVEL INI TUH KERENNN BANGET!!! gue berani bilang teenlit terbaik dari semua teenlit yg pernah gue baca (itu kata gue lohhh) dimulai dengan sosok Tari, Jingga Matahari. cewek 'serba biasa' *kecuali namanya* yang merupakan siswi baru di SMA Airlangga ketemu sama kakak kelas, Ari, Matahari Senja. sang pentolan sekolah, panglima perang saat tawuran, biang onar sekolah yang kalo bikin huru-hara bisa bikin guru2 kesannya lebih milih bunuh diri deh daripada jadi gurunya. gue sampe heran, bokapnya ari ngasih apaan sih ke tuh sekolah, sampe2 dia lolossss mulu, kalo di sekolah gue nih yaa, pelajar model ari gitu sehari dua hari juga udah dikasih pulang kerumahnya deh trus gak boleh balik2 lagi ke sekolah, alias DO!! tapi dibalik itu semua ari tuh yaa ampuuuun, sumpahh kalo nyata gue bakal jadi orang pertama yg ngejer dia ampe ke langit-langit juga. cakep, tinggi, keren, tajir, pinter (begajulan tapi gak pernah keluar dari 5 besar ding) apa nggak stresss cewek kalo kebanyakan mikirin nih cowok. tapi enggak buat tari, tari sebel, kesel, dongkol, benciiii banget sama ari, soalnya ari udah bikin hidup dia beda 360 derajattt, bikin hidup dia yang asal-muasalnya tenang jadi penuh dengan huru-hara (untuk lebih jelasnya baca aja :p) ari punya musuh yang namanya Angga, Anggada. angga ini dulunya temen SMP ari yang tiba2 aja musuhin ari, padahal ari gak tau salah dia apa. singkatnya mereka rebut-rebutan tari deh *gue mauuuuuu banget tukeran idup sama tari* T.T tapi yang ngebuat tokoh ari di novel ini tuh beda cara2 dia itu lohhh, cara dia ngebagi karakter, cara dia memprotect tari yang sumpahhh, itu tuh cara paling kerennnnn sejagat raya menurut gue!! gue nggak tau kudu ngomong apa ke mbak Esti karna udah bikin nih novel, kalo gue ketemu mbak Esti gue sujud-sujud kali yah, novelnya mbak Esti slalu aja tob markotob, gak pernah ngecewain.. saking gilanya gue sama nih novel sampe2 gue bikin 3 fanspage di facebook masing-masing buat trilogi Jingga dan Senja, Jingga dalam Elegi, Jingga untuk Matahari. gue juga bikin grup namanya Jingga Matahari Senja (JMS) kenapa Jingga Matahari Senja??? karna itu gabungan nama ari dan tari =) soal grup ini gue banyak banget cerita dan bakalan gue bahas di artikel khusus nanti